Perilaku Sebagai Orang Dewasa dalam Percakapan Keluarga

Artikel dalam Kompas edisi Sabtu 19 Mei 2018 kolom Akhir Pekan kali ini membahas tentang “Rumitnya Kehidupan Keluarga” bersama Sawitri Supardi Sadarjoen. Sebuah keluarga dimanapun itu mempunyai etika dan norma tersendiri sehingga sifatnya sangat kontekstual, penuh paradoks, dan kontardiksi. Artinya setiap keluarga memiliki kepekaan dan kakuatan masing- masing yang sifatnya personal.

Lebih lanjut, selain kepekaan dan kekuatan keluarga sawitri juga mengemukakan bahwa bentuk keluarga bahwa perbedaan bentuk keluarga misalnya keluarga dengan orang tua tunggal, keluarga dengan ayah dan ibu tiri memiliki konstribusi nyata yang bisa memberikan iklim jauh lebih beragam. Keluarga dengan etnik, budaya yang berbeda juga berkonstribusi terhadap keragaman kata- kata yang bersifat tabu.

Hal yang perlu kita lakukan adalah memahami sebuah perbedaaan masing- masing keluarga yang sifatnya kompleks dan beragam, norma dan etika yang dinilai baik dalam sebuah keluarga belum tentu baik juga di dalam keluarga yang lain. Maka dari itu solusi yang sebaiknya dilakukan menurut Sawitri, adalah dengan memanfaatkan posisi sebagai orang dewasa.

Memanfaatkan posisi sebagai orang dewasa berarti kita menjadi terbuka dan lebih bebas,dapat terwujudnya perubahan iklim relasi keluarga.

Sumber: Kompas, 19 Mei 2018 Kolom Akhir Pekan: Kosultasi ” Rumitnya Kehidupan Keluarga” oleh Sawitri Supard Sadarjoen.