Preloader

Office Address

123/A, Miranda City Likaoli Prikano, Dope

Phone Number

+0989 7876 9865 9
+(090) 8765 86543 85

Email Address

info@example.com
example.mail@hum.com

Fisiologi dan Anatomi Sistem Respirasi: Implikasi untuk Dosis dan Efek Samping Obat

Sistem respirasi, yang mencakup saluran napas atas (hidung, tenggorokan) dan saluran napas bawah (bronkus, bronkiolus, dan alveoli), memainkan peran penting dalam administrasi obat-obatan inhalasi. Obat-obatan yang diberikan melalui inhalasi seperti bronkodilator dan kortikosteroid untuk asma atau penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) dirancang untuk secara langsung mencapai saluran napas dan alveoli, di mana obat dapat diserap dengan cepat ke dalam aliran darah. Memahami anatomi dan fisiologi saluran napas serta faktor-faktor seperti ukuran partikel obat dan teknik inhalasi membantu apoteker dalam menentukan dosis yang tepat dan meminimalkan risiko efek samping sistemik atau lokal dari obat inhalasi.

Ventilasi atau aliran udara masuk dan keluar dari paru-paru mempengaruhi distribusi obat yang dihirup. Volume udara yang dihirup dan kecepatan pernapasan dapat mempengaruhi seberapa banyak obat mencapai area paru yang diinginkan. Pasien dengan gangguan ventilasi, seperti dalam kondisi seperti asma atau PPOK, mungkin memiliki pola pernapasan yang tidak normal yang dapat mempengaruhi penyerapan obat inhalasi. Memahami bagaimana ventilasi mempengaruhi penyerapan obat inhalasi membantu apoteker menyesuaikan dosis dan meresepkan teknik inhalasi yang sesuai untuk meningkatkan efektivitas terapi dan mengurangi risiko efek samping.

Paru-paru tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyerapan obat tetapi juga dapat terlibat dalam metabolisme dan ekskresi beberapa obat. Beberapa obat dapat dimetabolisme di paru-paru sebelum masuk ke aliran darah, dan mekanisme ini dapat mempengaruhi efektivitas terapeutik dan risiko efek samping. Misalnya, obat-obatan tertentu yang digunakan dalam terapi kanker paru-paru dapat dimetabolisme secara lokal di jaringan paru, mempengaruhi konsentrasi obat sistemik. Mengetahui bagaimana paru-paru mempengaruhi metabolisme dan ekskresi obat membantu apoteker dalam merancang regimen terapi dan mengelola dosis dengan tepat.

Gangguan fisiologi paru, seperti fibrosis paru atau COPD, dapat mempengaruhi cara obat didistribusikan dan diakses di paru-paru. Penurunan fungsi paru dapat mengubah kapasitas ventilasi dan aliran darah ke paru, mempengaruhi penyerapan obat dan intensitas efek terapeutik. Apoteker perlu menyesuaikan dosis obat berdasarkan fungsi paru pasien dan mempertimbangkan metode pemberian yang dapat mengatasi gangguan tersebut, seperti penggunaan nebulizer untuk pasien dengan ventilasi yang terganggu. Memahami bagaimana gangguan fisiologis mempengaruhi efektivitas obat dan risiko efek samping memungkinkan apoteker untuk mengoptimalkan terapi dan mengurangi potensi masalah.

Ict Umby
Author

Ict Umby

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *