Preloader

Office Address

123/A, Miranda City Likaoli Prikano, Dope

Phone Number

+0989 7876 9865 9
+(090) 8765 86543 85

Email Address

info@example.com
example.mail@hum.com

Mekanisme Imunologi pada Reaksi Hipersensitivitas Tipe I dan Terapi Penanggulangannya

·  Mekanisme Imunologi pada Reaksi Hipersensitivitas Tipe I: Aktivasi Sel Mast dan Basofil: Reaksi hipersensitivitas tipe I, yang juga dikenal sebagai reaksi alergi segera, dimediasi oleh imunoglobulin E (IgE). Ketika alergen pertama kali masuk ke dalam tubuh, sel B memproduksi IgE spesifik yang kemudian menempel pada reseptor FcεRI di permukaan sel mast dan basofil. Paparan alergen berikutnya menyebabkan ikatan silang antara IgE dan alergen, yang memicu degranulasi sel mast dan basofil, melepaskan mediator inflamasi seperti histamin, prostaglandin, dan leukotrien. Mediator ini menyebabkan gejala alergi seperti gatal-gatal, asma, dan anafilaksis. Memahami mekanisme ini penting untuk pengembangan terapi yang menargetkan langkah-langkah kunci dalam reaksi alergi.

·  Peran Histamin dalam Reaksi Hipersensitivitas Tipe I dan Terapi Antihistamin: Histamin adalah mediator utama yang dilepaskan oleh sel mast selama reaksi hipersensitivitas tipe I. Histamin mengikat reseptor H1 pada sel target, menyebabkan vasodilatasi, peningkatan permeabilitas pembuluh darah, dan kontraksi otot polos, yang berkontribusi pada gejala alergi seperti pembengkakan, kemerahan, dan bronkokonstriksi. Terapi dengan antihistamin bertujuan untuk menghambat aksi histamin dengan memblokir reseptor H1, sehingga mencegah atau mengurangi gejala alergi. Antihistamin adalah salah satu terapi lini pertama dalam penanganan berbagai kondisi alergi, termasuk rinitis alergi dan urtikaria.

·  Desensitisasi Alergen sebagai Terapi Jangka Panjang untuk Reaksi Hipersensitivitas Tipe I: Desensitisasi alergen, juga dikenal sebagai imunoterapi alergi, adalah pendekatan terapi jangka panjang untuk mengurangi sensitivitas tubuh terhadap alergen tertentu. Proses ini melibatkan pemberian alergen dalam dosis yang meningkat secara bertahap, baik melalui injeksi subkutan atau sublingual, untuk menginduksi toleransi imunologis. Mekanisme yang mendasari termasuk pergeseran dari respons imun tipe Th2 yang menghasilkan IgE ke respons Th1 atau Treg yang lebih seimbang, yang mengurangi produksi IgE dan mengurangi reaksi alergi. Terapi ini efektif untuk berbagai alergi, termasuk terhadap serbuk sari, debu, dan racun serangga.

·  Inhibitor Leukotrien sebagai Terapi untuk Asma Alergi dan Hipersensitivitas Tipe I: Leukotrien adalah mediator inflamasi yang dilepaskan selama reaksi hipersensitivitas tipe I, terutama berperan dalam asma alergi. Leukotrien menyebabkan kontraksi otot polos bronkial, peningkatan permeabilitas vaskular, dan rekrutmen sel inflamasi ke saluran napas, yang memperburuk gejala asma. Inhibitor leukotrien, seperti montelukast, bekerja dengan menghambat reseptor leukotrien atau sintesisnya, mengurangi peradangan dan bronkokonstriksi. Terapi ini efektif untuk mengendalikan gejala asma alergi dan mencegah serangan asma yang dipicu oleh alergen.

Ict Umby
Author

Ict Umby

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *