Preloader

Office Address

123/A, Miranda City Likaoli Prikano, Dope

Phone Number

+0989 7876 9865 9
+(090) 8765 86543 85

Email Address

info@example.com
example.mail@hum.com

Mekanisme Patofisiologi Kanker Payudara: Peran Hormon dan Genetik

·  Peran Hormon Estrogen dalam Kanker Payudara: Estrogen, hormon seks wanita, memainkan peran penting dalam perkembangan kanker payudara. Estrogen dapat merangsang pertumbuhan sel-sel payudara normal dan juga sel-sel kanker dengan mengikat reseptor estrogen pada sel tumor. Pada beberapa kasus kanker payudara, sel-sel tumor menjadi sangat bergantung pada estrogen untuk pertumbuhan dan proliferasi mereka, yang dikenal sebagai kanker payudara positif reseptor estrogen (ER+). Terapi hormon, seperti tamoksifen atau inhibitor aromatase, digunakan untuk menghambat efek estrogen dan mengontrol pertumbuhan tumor.

·  Mutasi Genetik dan Risiko Kanker Payudara: Mutasi genetik, terutama pada gen BRCA1 dan BRCA2, berkontribusi pada risiko tinggi kanker payudara. Gen BRCA1 dan BRCA2 berfungsi dalam perbaikan DNA dan menjaga kestabilan genom. Mutasi pada gen-gen ini dapat menyebabkan akumulasi kerusakan DNA dan kegagalan dalam memperbaiki kesalahan, yang meningkatkan risiko transformasi seluler menjadi kanker. Tes genetik untuk mutasi BRCA dapat membantu dalam penilaian risiko dan pengelolaan pencegahan kanker payudara.

·  Peran Genetik dalam Pengembangan Kanker Payudara Hereditas: Selain BRCA1 dan BRCA2, mutasi pada gen-gen lain seperti PALB2, CHEK2, dan ATM juga terkait dengan risiko kanker payudara hereditas. Mutasi genetik ini mempengaruhi mekanisme perbaikan DNA, regulasi siklus sel, dan apoptosis. Individu dengan riwayat keluarga kanker payudara mungkin memiliki mutasi genetik yang meningkatkan risiko mereka. Penelitian genetik terus berupaya mengidentifikasi gen-gen baru yang berkontribusi pada predisposisi kanker payudara untuk strategi pencegahan dan pengobatan yang lebih baik.

·  Pengaruh Faktor Lingkungan dan Interaksi Gen-Hormon: Faktor lingkungan dan gaya hidup, seperti paparan radiasi, diet, dan alkohol, juga mempengaruhi risiko kanker payudara. Interaksi antara faktor-faktor ini dan predisposisi genetik dapat memodulasi risiko kanker payudara. Misalnya, paparan hormon tambahan melalui terapi hormon pascamenopause atau penggunaan kontrasepsi oral dapat meningkatkan risiko kanker payudara pada individu yang sudah memiliki predisposisi genetik. Studi tentang interaksi gen-hormon dan faktor lingkungan membantu dalam memahami mekanisme kompleks di balik perkembangan kanker payudara dan pengembangan pendekatan pencegahan yang lebih efektif.

Ict Umby
Author

Ict Umby

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *