Patofisiologi Hipertensi: Disfungsi Endotel dan Resistensi Vaskular
· Disfungsi Endotel dan Regulasi Vasodilator: Disfungsi endotel adalah faktor kunci dalam patofisiologi hipertensi. Endotel, lapisan dalam pembuluh darah, berperan penting dalam mengatur tonus vaskular melalui pelepasan vasodilator seperti nitric oxide (NO). Pada hipertensi, produksi NO terganggu, mengakibatkan penurunan vasodilatasi dan peningkatan tonus vaskular. Stres oksidatif dan peradangan dapat merusak sel endotel, lebih lanjut mengurangi kemampuan mereka untuk menghasilkan NO, yang menyebabkan peningkatan tekanan darah sistemik dan resistensi vaskular.
· Peningkatan Resistensi Vaskular Sistemik: Hipertensi sering disebabkan oleh peningkatan resistensi vaskular sistemik, yang terjadi ketika arteri dan arteriol menjadi lebih sempit atau kaku. Disfungsi endotel dan ketidakseimbangan antara vasodilator dan vasokonstriktor, seperti endotelin-1, dapat meningkatkan kontraksi otot polos vaskular. Perubahan struktural pada dinding pembuluh darah, seperti hipertrofi dan fibrosis, juga berkontribusi pada peningkatan resistensi vaskular, mengakibatkan peningkatan tekanan darah yang persisten.
· Peran Angiotensin II dalam Disfungsi Endotel: Angiotensin II, komponen utama dari sistem renin-angiotensin-aldosteron (RAAS), memainkan peran penting dalam patofisiologi hipertensi dengan memicu vasokonstriksi dan merangsang produksi aldosteron, yang meningkatkan retensi natrium dan air. Angiotensin II juga mempromosikan stres oksidatif dan peradangan, memperburuk disfungsi endotel dan meningkatkan resistensi vaskular. Terapi yang menargetkan RAAS, seperti ACE inhibitor dan angiotensin receptor blockers (ARBs), dapat membantu mengurangi tekanan darah dan memperbaiki fungsi endotel.
· Pengaruh Faktor Risiko dan Modifikasi Gaya Hidup: Berbagai faktor risiko, termasuk obesitas, merokok, dan pola makan tinggi garam, berkontribusi pada perkembangan disfungsi endotel dan resistensi vaskular dalam hipertensi. Faktor-faktor ini dapat meningkatkan stres oksidatif dan mengganggu fungsi endotel. Modifikasi gaya hidup, seperti penurunan berat badan, diet rendah natrium, peningkatan aktivitas fisik, dan berhenti merokok, dapat membantu mengurangi tekanan darah dengan memperbaiki fungsi endotel dan menurunkan resistensi vaskular, mendukung manajemen hipertensi yang efektif.

Ict Umby
Leave a comment
Your email address will not be published. Required fields are marked *