Preloader

Office Address

123/A, Miranda City Likaoli Prikano, Dope

Phone Number

+0989 7876 9865 9
+(090) 8765 86543 85

Email Address

info@example.com
example.mail@hum.com

Simple Menu

Patofisiologi Penyakit Ginjal Kronis: Dari Hipertensi hingga Uremia

·  Hipertensi dan Kerusakan Glomerulus: Hipertensi merupakan salah satu penyebab utama dan komplikasi dari penyakit ginjal kronis. Tekanan darah tinggi menyebabkan kerusakan pada glomerulus, unit penyaring dalam ginjal. Hipertensi kronis dapat mempercepat proses glomerulosklerosis, di mana jaringan glomerulus mengalami fibrosis dan penebalan dinding kapiler. Kerusakan ini mengurangi kemampuan ginjal untuk menyaring darah dengan efisien, mengarah pada penurunan fungsi ginjal dan perkembangan penyakit ginjal kronis.

·  Disfungsi Tubulus dan Gangguan Elektrolit: Selain kerusakan glomerulus, penyakit ginjal kronis juga menyebabkan disfungsi tubulus, bagian ginjal yang bertanggung jawab untuk reabsorpsi dan sekresi elektrolit serta produk sampingan metabolisme. Disfungsi tubulus dapat mengakibatkan gangguan keseimbangan elektrolit, seperti hiperkalemia (peningkatan kadar kalium) dan hiponatremia (penurunan kadar natrium), serta gangguan asam-basa tubuh. Gangguan ini dapat menyebabkan komplikasi serius seperti aritmia jantung dan gangguan metabolik.

·  Progresi ke Uremia dan Akumulasi Toksin: Seiring dengan progresi penyakit ginjal kronis, kapasitas ginjal untuk menyaring limbah dan toksin dari darah menurun, mengarah ke akumulasi produk sisa yang tidak dapat diekskresi dengan baik. Kondisi ini dikenal sebagai uremia, di mana akumulasi urea, kreatinin, dan produk metabolisme lainnya menyebabkan gejala seperti kelelahan, mual, dan gangguan mental. Uremia juga dapat mempengaruhi fungsi berbagai sistem tubuh, termasuk sistem kardiovaskular, dan memerlukan terapi pengganti ginjal seperti dialisis atau transplantasi ginjal untuk mengelola kondisi tersebut.

·  Peran Inflamasi dan Fibrosis dalam Progresi Penyakit: Proses inflamasi dan fibrosis memainkan peran penting dalam progresi penyakit ginjal kronis. Respon inflamasi kronis di ginjal, dipicu oleh kerusakan glomerulus dan tubulus, menyebabkan pelepasan mediator inflamasi dan aktivasi sel-sel inflamasi yang memperburuk kerusakan jaringan ginjal. Selain itu, fibrosis ginjal, yang melibatkan penumpukan jaringan parut, dapat mengganggu struktur dan fungsi ginjal lebih lanjut. Terapi yang menargetkan inflamasi dan fibrosis, seperti penggunaan obat antiinflamasi dan antifibrotik, sedang dikembangkan untuk memperlambat progresi penyakit ginjal kronis dan meningkatkan prognosis pasien.

Ict Umby
Author

Ict Umby

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *