Preloader

Office Address

123/A, Miranda City Likaoli Prikano, Dope

Phone Number

+0989 7876 9865 9
+(090) 8765 86543 85

Email Address

info@example.com
example.mail@hum.com

Simple Menu

Studi Patofisiologi Penyakit Autoimun: Mekanisme Disregulasi Imun

·  Disregulasi Sel T dan Toleransi Imun: Penyakit autoimun sering kali melibatkan disregulasi sel T, yang merupakan komponen kunci dalam menjaga toleransi imun. Sel T yang seharusnya mengenali dan menoleransi antigen tubuh sendiri dapat menjadi overaktif dan menyerang jaringan tubuh, menyebabkan peradangan dan kerusakan. Disfungsi dalam proses seleksi sel T di kelenjar timus dan kegagalan mekanisme toleransi perifer, seperti anergi dan penghapusan sel T autoreaktif, berkontribusi pada perkembangan penyakit autoimun seperti lupus eritematosus sistemik dan multiple sclerosis.

·  Peran Sel B dan Produksi Autoantibodi: Sel B yang menghasilkan antibodi juga berperan dalam patofisiologi penyakit autoimun melalui produksi autoantibodi. Autoantibodi dapat menyerang jaringan dan organ, menyebabkan kerusakan dan disfungsi. Misalnya, pada penyakit rheumatoid arthritis, autoantibodi seperti faktor rheumatoid dan anti-CCP berkontribusi pada peradangan sendi. Gangguan pada mekanisme regulasi sel B, termasuk toleransi sentral dan periferal, dapat menyebabkan peningkatan aktivasi sel B autoreaktif dan produksi autoantibodi.

·  Cytokine Imbalance and Inflammatory Pathways: Ketidakseimbangan sitokin proinflamasi dan antiinflamasi merupakan ciri khas penyakit autoimun. Sitokin seperti interleukin-6 (IL-6), tumor necrosis factor-alpha (TNF-α), dan interferon-gamma (IFN-γ) dapat memicu dan memperkuat respon imun yang berlebihan, menyebabkan kerusakan jaringan. Jalur pensinyalan sitokin yang terganggu dapat memperburuk peradangan dan disregulasi imun. Terapi yang menargetkan sitokin ini, seperti inhibitor TNF-α, telah digunakan untuk mengobati penyakit autoimun seperti rheumatoid arthritis dan psoriasis.

·  Peran Genetik dan Lingkungan dalam Disregulasi Imun: Predisposisi genetik dan faktor lingkungan, seperti infeksi dan paparan zat kimia, dapat mempengaruhi patofisiologi penyakit autoimun dengan memicu disregulasi imun. Polimorfisme genetik dalam gen yang terkait dengan regulasi imun, seperti gen HLA dan gen sitokin, dapat meningkatkan kerentanan individu terhadap penyakit autoimun. Infeksi tertentu dapat memicu respons imun yang abnormal, sedangkan faktor lingkungan seperti merokok dan paparan zat kimia dapat memodulasi respon imun dan memperburuk disregulasi imun. Kombinasi faktor genetik dan lingkungan ini berkontribusi pada perkembangan dan progresi penyakit autoimun.

Ict Umby
Author

Ict Umby

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *